Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Aristoteles dan Pencarian Kebahagiaan Sejati

Dalam karya terkenalnya, Nicomachean Ethics, filsuf besar Aristoteles mengajukan sebuah pertanyaan mendasar: Apa sebenarnya tujuan akhir yang ingin dicapai oleh manusia dalam hidupnya? Pertanyaan ini menjadi penting karena seringkali kita melakukan pilihan dan mengikuti pola tertentu dalam hidup tanpa benar-benar memahami alasan di baliknya.

Aristoteles berpendapat bahwa "kebaikan tertinggi" haruslah sesuatu yang lengkap dan dipilih semata-mata untuk dirinya sendiri, bukan untuk tujuan lain. Ia mendeskripsikan sesuatu yang bersifat final. Artinya, kita tidak menjadikannya alat untuk mencapai sesuatu yang lain. Sebaliknya, kita mengejar hal tersebut karena proses pencariannya memberikan kepuasan tersendiri.

Dalam penjelasannya, Aristoteles mencontohkan beberapa hal yang bisa dianggap sebagai tujuan akhir, seperti kebahagiaan, kontemplasi, persahabatan, dan kebajikan. Semua ini adalah contoh dari tujuan yang berdiri sendiri dan tidak tergantung pada hal lain.

Namun, Aristoteles juga menunjukkan bahwa uang tidak termasuk dalam kategori kebaikan tertinggi ini. "Tidak ada orang yang menginginkan uang hanya untuk memilikinya, tetapi kita menginginkan apa yang bisa diberikan uang kepada kita," jelas Aristoteles. Dengan kata lain, uang bersifat instrumental, artinya ia adalah alat untuk mencapai tujuan lain, bukan tujuan akhir itu sendiri.

Contoh yang menarik muncul dari karakter populer dalam meme, Wojak. Ia seringkali digambarkan sebagai seseorang yang mengejar kekayaan, tetapi tetap merasa tidak bahagia setelah menjadi seorang jutawan. Ini menjadi ilustrasi yang tepat tentang bagaimana orang sering kali salah kaprah dengan menjadikan alat (dalam hal ini, uang) sebagai tujuan hidup mereka.

Melalui pemikiran Aristoteles ini, kita diajak untuk merenungkan kembali apa yang sebenarnya kita cari dalam hidup. Apakah kita hanya mengejar kekayaan dan materi, ataukah kita juga mencari kebahagiaan, hubungan yang bermakna, dan kebajikan? Dengan memahami hal ini, kita bisa lebih bijak dalam menjalani hidup dan menentukan apa yang sebenarnya penting bagi kita.

library_books Philosophy Everyday