Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kementerian Pertanian: Hambatan Swasembada Susu di Indonesia

Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan bahwa upaya untuk mencapai swasembada susu di Indonesia saat ini sangat sulit. Hal ini disebabkan oleh berbagai hambatan yang dihadapi oleh industri peternakan sapi perah. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menghambat pencapaian swasembada susu di tanah air.

Salah satu masalah utama adalah perizinan yang rumit dan berbelit-belit. Proses birokrasi yang panjang dan biaya yang tinggi menjadi tantangan besar bagi peternak dalam mengurus izin untuk beroperasi. Selain itu, maraknya aksi premanisme di sektor ini juga menjadi kendala. Premanisme adalah tindakan pemerasan yang dilakukan oleh oknum tertentu yang dapat mengganggu usaha peternakan.

Agung juga mencatat bahwa saat ini, ketersediaan lahan untuk peternakan sapi di Indonesia mencapai 1,7 juta hektare. Lahan ini tersedia dari pemerintah pusat, daerah, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, pemanfaatan lahan tersebut masih sangat minim. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh birokrasi yang panjang dan biaya yang mahal.

"Kami sudah mengidentifikasi lahan yang tersedia untuk peternakan, dan lahan ini di luar lahan untuk sawah dan perkebunan. Namun, kendala yang kami hadapi untuk investasi adalah terkait dengan penggunaan lahan tersebut," ungkap Agung Suganda saat memberikan keterangan di Probolinggo, Jawa Timur, pada Selasa, 15 Juli 2025.

Dengan adanya berbagai hambatan ini, Kementan berharap agar ada solusi yang dapat membantu meningkatkan industri peternakan sapi perah di Indonesia. Peningkatan ketersediaan susu di dalam negeri sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada susu impor.

library_books Idx Channel