Para ilmuwan baru saja mengungkap kisah hidup seorang pria Mesir kuno bernama Shedu, yang diperkirakan berusia 4.800 tahun. Mereka berhasil melakukan urutan genom lengkapnya, yang merupakan yang pertama kali dilakukan untuk era Kerajaan Lama Mesir. Penemuan ini memberikan wawasan langka mengenai zaman pembangunan piramida di Mesir.
Sisa-sisa tubuh Shedu ditemukan di nekropolis elite di Abusir, sebuah lokasi penting di Mesir. Analisis genetik menunjukkan bahwa nenek moyang Shedu lebih dekat hubungannya dengan populasi kuno dari Timur Dekat dan Anatolia daripada dengan orang Mesir modern. Temuan ini menantang pemahaman kita tentang dinamika populasi di kawasan tersebut sepanjang sejarah.
Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa kemungkinan besar Shedu memiliki kulit cokelat muda, rambut hitam, dan mata cokelat. Namun, analisis juga menemukan detail menyedihkan tentang kesehatan Shedu. Ia memiliki kondisi tulang belakang bawaan yang langka dan meninggal akibat bentuk agresif dari kanker darah, kemungkinan besar leukemia. Kasus Shedu menjadi salah satu contoh tertua yang diketahui tentang penyakit ini, yang terawetkan selama ribuan tahun dalam DNA-nya.
Penemuan ini tidak hanya penting untuk pemahaman sejarah Mesir tetapi juga memberikan wawasan baru tentang kesehatan dan penyakit pada manusia kuno. Ilmuwan dari Francis Crick Institute dan Liverpool John Moores University terlibat dalam penelitian ini, menunjukkan betapa pentingnya teknologi modern dalam mengungkap misteri masa lalu.
ilmuwan Mesir kuno genom kesehatan sejarah