Dalam perkembangan pertahanan kawasan Indo-Pasifik, kehadiran militer Indonesia dalam latihan gabungan internasional sangat penting. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Latihan Talisman Sabre 2025 (TS25), latihan terbesar antara Australia dan Amerika Serikat, diikuti oleh 19 negara, termasuk Indonesia.
Pada 13 Juli 2025, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M. hadir di Sydney sebagai tamu VIP. Ia mewakili TNI AU atas undangan resmi dari Angkatan Bersenjata Australia (ADF).
Latihan Talisman Sabre 2025 juga merupakan yang pertama melibatkan Papua Nugini sebagai lokasi penyelenggara bersama dengan Australia. Dalam latihan ini, berbagai skenario kompleks ditampilkan, seperti tembakan langsung (live fire exercise), operasi amfibi, manuver pasukan darat, serta operasi udara dan maritim.
Dari lebih dari 30.000 personel yang terlibat, pasukan TNI juga turut berkontribusi. Ini menjadikan latihan ini sebagai ajang kolaboratif terbesar dalam sejarah kemitraan militer di kawasan Indo-Pasifik.
Selain kehadiran Wakasau, kontingen TNI berpartisipasi dalam Latihan Gabungan Multinasional (Latgabma) Trisula Wyvern dan Talisman Sabre. Kegiatan ini melibatkan prajurit elite dari Koopssus, Kopassus, Denjaka, dan Kopasgat. Tujuan dari latihan ini adalah untuk meningkatkan interoperabilitas pasukan serta memperkuat diplomasi pertahanan dan kredibilitas Indonesia sebagai mitra strategis di level regional dan global.
Latihan ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama militer dan diplomasi dengan negara-negara lain di kawasan Indo-Pasifik.
Talisman Sabre Wakasau kerjasama militer Indonesia diplomasi