Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

125 Anak Resmi Jadi Siswa Angkatan Pertama Sekolah Rakyat

Sebanyak 125 anak dari keluarga yang tergolong dalam desil 1 resmi menjadi angkatan pertama Sekolah Rakyat di Kabupaten Ponorogo. Upacara penerimaan ini berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo pada hari Senin, 14 Juli 2025, dan dihadiri oleh Kang Bupati Sugiri Sancoko, yang memberikan Surat Keputusan Penetapan Murid Sekolah Rakyat kepada anak-anak tersebut.

Program Sekolah Rakyat ini merupakan inisiatif dari Presiden RI Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu agar mereka dapat mendapatkan pendidikan yang layak. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan mereka bisa keluar dari garis kemiskinan ketika mereka dewasa nanti.

Kang Bupati Sugiri Sancoko menjelaskan, "Belanda menjajah kita ratusan tahun, tetapi kita bisa merdeka karena pendidikan. Dan sekarang, melalui pendidikan pula kita akan bangkit. Bapak Presiden menyampaikan bahwa pendidikan adalah jalan utama untuk mengentaskan kemiskinan." Ini adalah pesan penting yang menjadi dasar pelaksanaan program ini.

Sekolah Rakyat akan memiliki konsep pendidikan yang berbeda, yaitu dengan sistem asrama. Para siswa tidak hanya akan mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga pengasuhan khusus dari para pendidik. Menurut Kang Bupati, semuanya akan gratis. Di asrama, mereka akan belajar bersama guru-guru hebat, mengaji, dan menjalani kehidupan yang disiplin serta penuh aktivitas positif.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Nurhadi Hanuri, menyampaikan bahwa 125 peserta didik tersebut akan dibagi ke dalam lima rombongan belajar. Rincian pembagiannya adalah satu rombongan belajar untuk tingkat SD terdiri dari 25 siswa, sementara untuk tingkat SMP dan SMA masing-masing terdiri dari dua rombongan belajar dengan jumlah 50 siswa per jenjang.

Persiapan menjelang peluncuran program terus dilakukan dengan matang. Pelaksanaan pembelajaran perdana direncanakan akan diluncurkan secara resmi pada 24 Juli 2025. Nurhadi Hanuri menambahkan, "Observasi lanjutan akan dilakukan di beberapa titik sebelum proses pembelajaran dimulai." Ini menunjukkan bahwa semua pihak berkomitmen untuk memastikan bahwa program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak.

library_books Prokopim Ponorogo