Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Jepang Dorong Investasi dengan Skema NISA Baru

Setelah bertahun-tahun mengalami deflasi dan stagnasi, Jepang kini menemukan cara untuk mendorong warganya berinvestasi. Tahun lalu, negara ini melakukan pembaruan pada skema NISA, yaitu opsi investasi bebas pajak yang diambil dari model ISAs di Inggris. Pembaruan ini ternyata lebih populer dari yang diperkirakan.

Dalam waktu singkat, para investor telah membuka 5 juta akun baru. Di awal tahun ini, total aset yang ada di NISA mencapai ¥59 triliun (sekitar $40 triliun), yang berhasil memenuhi target pemerintah tiga tahun lebih awal dari jadwal.

Sekarang, perhatian pemerintah Jepang beralih kepada warga lanjut usia. Orang-orang yang berusia 60 tahun ke atas memegang hampir 60% dari total aset rumah tangga di negara ini. Hal ini menunjukkan bahwa ada potensi besar untuk meningkatkan investasi di kalangan mereka.

Dengan jumlah yang cukup besar, pemerintah berharap dapat memberikan insentif lebih agar kelompok ini mau berpartisipasi dalam investasi. Langkah ini diharapkan dapat membawa ekonomi Jepang ke arah yang lebih baik dan membantu menumbuhkan rasa percaya diri para investor.

Dengan skema NISA yang telah diperbarui, Jepang berambisi untuk membuat warganya lebih aktif di pasar investasi, dan tidak lagi hanya menyimpan uang di bank dengan risiko rendah.

library_books Theeconomist