KETEGANGAN di dalam Partai Sosial Demokrat (SPD) meningkat setelah pemilihan hakim untuk Mahkamah Konstitusi Jerman tidak jadi dilaksanakan. Pada hari Jumat lalu, pemilihan tersebut dibatalkan karena adanya penolakan besar dari fraksi partai Uni terhadap kandidat yang diajukan oleh SPD, yaitu Brosius-Gersdorf.
Penyebab utama penolakan ini adalah kritik dari kalangan konservatif di Uni terkait beberapa pernyataan Brosius-Gersdorf, terutama yang berkaitan dengan isu aborsi. Selain itu, ada juga laporan mengenai dugaan ketidakteraturan dalam disertasi doktoralnya. Hal ini membuat SPD khawatir bahwa Mahkamah Konstitusi, sebagai lembaga penting, bisa mengalami kerusakan reputasi akibat situasi ini.
Fraksi ketua SPD, Miersch, menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ini merupakan upaya yang disengaja untuk melemahkan lembaga peradilan tertinggi di Jerman serta institusi demokratis lainnya. "Ini sangat berbahaya," tegasnya. Miersch menegaskan bahwa SPD akan tetap mendukung kandidatnya.
Menurut penilaian Menteri Kehakiman Jerman, Hubig, kerusakan yang terjadi sebenarnya bisa dihindari. "Siapa pun yang secara sengaja merusak jabatan dan individu, akan membahayakan integritas sistem demokrasi kita," ujar Hubig kepada Rheinische Post. Ia menekankan bahwa ada prosedur yang sudah mapan selama bertahun-tahun untuk pengisian jabatan hakim di Mahkamah Konstitusi.
Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Dobrindt menolak anggapan bahwa Mahkamah Konstitusi telah mengalami kerusakan. Politisi CSU ini menggambarkan situasi yang terjadi sebagai proses politik yang dipengaruhi oleh banyak faktor, di mana hasil akhir tidak selalu sesuai dengan tujuan awal.
"Ketika seseorang mencalonkan diri untuk jabatan tinggi, mereka pasti akan diperhatikan oleh publik. Oleh karena itu, akan ada banyak diskusi dan debat mengenai hal tersebut," tambahnya dalam wawancara di Deutschlandfunk. Dobrindt juga mengakui bahwa proses ini tidak berjalan normal dan mencerminkan harapan akan hasil yang berbeda.
Untuk mengatasi keraguan di fraksi Uni, Brosius-Gersdorf dikabarkan siap untuk menjawab pertanyaan dari para anggota dewan. Wanita berusia 54 tahun ini bersedia untuk melakukan diskusi dengan fraksi Uni, seperti yang dilaporkan oleh Bild-Zeitung.
SPD hakim konstitusi pemilihan politik