Sebuah laporan awal mengenai kecelakaan pesawat Air India yang terjadi di Ahmedabad pada bulan Juni lalu mengungkapkan informasi penting. Kecelakaan ini mengakibatkan satu-satunya penumpang yang selamat dari 242 orang yang ada di dalam pesawat, dan setidaknya 19 orang tewas di tanah saat pesawat jatuh beberapa saat setelah lepas landas.
Laporan yang dikeluarkan oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) pada hari Jumat, 11 Juli, menyatakan bahwa pesawat mencapai kecepatan 180 knot pada saat lepas landas. Namun, setelah mencapai kecepatan tersebut, saklar kontrol bahan bakar untuk kedua mesin pesawat, yaitu Engine 1 dan Engine 2, berpindah dari posisi "RUN" ke "CUTOFF" dalam waktu satu detik. Hal ini menyebabkan pesawat kehilangan daya dorong.
Sayangnya, laporan ini tidak menjelaskan alasan mengapa saklar tersebut bisa berpindah ke posisi cutoff. Dalam rekaman suara kokpit yang berhasil diambil dari kotak hitam pesawat, salah satu pilot terdengar bertanya kepada pilot lainnya mengapa ia mematikan mesin, dan pilot lainnya menjawab bahwa dia tidak melakukannya.
Kecelakaan ini menjadi perhatian besar karena jumlah korban yang tinggi dan juga karena pesawat yang terlibat adalah Boeing 787 Dreamliner, yang terkenal dengan teknologi dan kenyamanannya. Laporan ini kini sedang diselidiki lebih lanjut untuk menemukan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.
Dengan adanya kejadian ini, pihak berwenang di India diharapkan dapat meningkatkan keselamatan penerbangan dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
Air India kecelakaan pesawat Ahmedabad laporan awal