Jakarta, 13 Juli 2025 – Dunia sastra dan jurnalisme berduka atas kepergian David Canes, seorang penulis dan jurnalis terkemuka, yang meninggal dunia pada 8 Juli 2025. David berjuang melawan penyakit yang menggerogoti kesehatannya selama delapan belas bulan, namun semangat dan karyanya tetap bersinar hingga akhir hayatnya.
Selama hidupnya, David dikenal sebagai sosok yang rajin menulis untuk orang lain. Ia bekerja sebagai jurnalis dan penulis bayangan, yang sering kali menulis di balik layar untuk berbagai publikasi. Meskipun karyanya sering kali tidak terlihat, pengaruhnya sangat besar, terutama dalam menyampaikan informasi yang penting kepada masyarakat.
David tidak hanya seorang penulis, tetapi juga seorang inspirator. Ia memiliki pandangan yang mendalam tentang kehidupan dan spiritualitas, yang dituangkan dalam tulisannya. Dalam buku terakhir yang ia baca, The Bride of the Lamb oleh Bulgakov, ia menemukan pemahaman baru tentang hubungan antara Tuhan dan manusia.
Dalam tulisan-tulisan David, ia sering membahas tema-tema yang berkaitan dengan keindahan dan cahaya. Ia percaya bahwa kasih sayang bukanlah sesuatu yang mekanis, melainkan sebuah pernikahan antara manusia dan yang Ilahi. Konsep ini sangat menginspirasi banyak orang, termasuk keponakannya, Lucas, yang baru-baru ini memberikan buku tersebut sebagai hadiah Hari Ayah.
Meski David telah pergi, warisan karyanya akan terus hidup. Ia meninggalkan banyak tulisan yang akan menginspirasi generasi mendatang untuk mencari kebenaran dan keindahan dalam hidup. Karya-karyanya adalah cahaya yang dapat membimbing orang lain dalam kegelapan.
David Canes lahir pada 27 Maret 1973 dan meninggalkan kita pada 8 Juli 2025. Ia sekarang beristirahat dalam pelukan Sophia, simbol dari kebijaksanaan dan keindahan. Dunia kehilangan seorang penulis hebat, tetapi kata-katanya akan selalu berbicara untuknya.
Semoga David Canes mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya. Rest in peace.
David Canes penulis meninggal jurnalis inspirator