Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

BMA Serukan Keadilan bagi Tenaga Kesehatan Palestina

Pada dua minggu lalu, British Medical Association (BMA), yang merupakan pertemuan tahunan terbesar para dokter di Inggris, mengeluarkan serangkaian keputusan penting. Keputusan ini menjadi simbol kuat dari perubahan pandangan di kalangan tenaga kesehatan mengenai situasi yang terjadi di Palestina.

Seorang dokter anestesi senior yang bekerja di National Health Service (NHS) Inggris menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas kondisi kesehatan di Palestina. Dokter ini, yang bekerja di ruang operasi dengan tanggung jawab tinggi, menekankan bahwa setiap kehidupan manusia memiliki nilai yang sama. Menurutnya, memberikan perawatan yang bermartabat seharusnya tidak tergantung pada ras, kebangsaan, atau politik.

Selama 21 bulan terakhir, dunia telah menyaksikan perang brutal terhadap sistem kesehatan di Palestina. Lebih dari 1.400 tenaga kesehatan Palestina, termasuk perawat, paramedis, bidan, dan dokter, telah menjadi sasaran dan kehilangan nyawa. Banyak rumah sakit hancur, ambulans dibom, dan pasokan medis terhambat oleh blokade. Akibatnya, banyak pasien meninggal dunia karena luka yang seharusnya dapat diobati.

Dalam konferensi BMA, sejumlah mosi penting disetujui, antara lain menyerukan penghentian hubungan dengan Israeli Medical Association. Selain itu, mereka juga meminta pembatalan kontrak NHS dengan perusahaan Palantir, mengecam penghancuran layanan kesehatan, serta menuntut pembebasan tenaga kesehatan yang ditahan secara sewenang-wenang.

Dokter yang hadir dalam pemungutan suara tersebut memilih untuk menuntut keadilan bagi rekan-rekan mereka yang telah kehilangan nyawa. Mereka menolak untuk bekerja sama dengan lembaga yang mendukung sistem yang menyebabkan kematian tersebut. Dalam pernyataannya, mereka menyampaikan bahwa pilihan untuk memberikan keadilan dimulai dengan tindakan nyata.

"Akhir dari impunitas dimulai dengan pilihan yang kita buat. Para dokter yang memilih, memilih keadilan. Mereka memilih solidaritas. Mereka memilih perlawanan," ungkap dokter tersebut.

Dengan ini, diharapkan masyarakat luas dapat mengikuti jejak para dokter untuk mendukung keadilan bagi tenaga kesehatan Palestina.

library_books Middleeasteye