Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, baru-baru ini menjadi sorotan setelah terjadi perusakan pada sebuah rumah yang digunakan untuk kegiatan keagamaan umat Kristen, yaitu retret. Kejadian ini mengundang perhatian dari organisasi Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyatakan bahwa masyarakat di daerah tersebut belum sepenuhnya menyadari pentingnya kebinekaan yang ada di Indonesia. "Masyarakat kita belum menyadari kebinekaan masyarakat Indonesia yang multi-etnis, multi-agama, dan multi-bahasa. Dapat dipahami karena mereka ada di desa yang sehari-harinya berada di masyarakat homogen," ujarnya.
Dadang menekankan bahwa pendidikan multikultural sangat penting, terutama bagi masyarakat di pedesaan. Ia mengusulkan agar literasi tentang multikulturalisme ditingkatkan di kalangan masyarakat pedesaan. "Pendidikan multikultural harus sampai ke masyarakat pedesaan. Saran saya, tingkatkan literasi multikulturalisme di masyarakat perdesaan," tutur Dadang.
Seiring dengan peristiwa tersebut, pihak kepolisian telah menetapkan tujuh orang warga sebagai tersangka perusakan. Beberapa pelaku dengan inisial RN, UE, DM, MD, MSM, H, dan EM terlibat dalam tindakan merusak pagar dan salib yang ada di lokasi tersebut.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, juga memberikan tanggapannya terkait kejadian ini. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut sudah diselesaikan dan meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. "Jadi saya menyampaikan kepada semua, jangan mudah terprovokasi. Sing nyaah ka Sukabumi, masyarakat Sukabumi. Dan untuk Cidahu sudah selesai, tidak ada apa-apa," kata Asep Japar kepada wartawan setelah acara Silaturahmi Forkopimda dengan Tokoh Lintas Agama di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Jalan Ahmad Yani, Warudoyong, Kota Sukabumi.
Kejadian ini mengingatkan kita semua bahwa pentingnya pendidikan multikultural harus menjadi perhatian bersama, terutama di daerah-daerah yang masih memiliki kecenderungan homogen. Dengan pemahaman yang baik tentang keberagaman, diharapkan masyarakat dapat hidup rukun dan saling menghargai.
pendidikan multikultural Sukabumi Desa Tangkil Muhammadiyah