Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

NASA Temukan Objek Antarbintang Ketiga Dalam Sistem Tata Surya

NASA telah mengonfirmasi penemuan objek antarbintang ketiga yang melaju cepat melalui sistem tata surya kita. Penemuan ini menjadi pengunjung pertama sejak tahun 2019. Objek yang secara resmi diberi nama 3I/ATLAS atau C/2025 N1 (ATLAS), pertama kali terdeteksi pada tanggal 1 Juli oleh teleskop Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System di Chili.

Awalnya, objek ini diberi label A11pl3Z. Namun, para astronom telah mengonfirmasi bahwa objek ini berasal dari luar sistem tata surya dan bergerak dengan kecepatan sekitar 244.000 kilometer per jam. Saat ini, komet ini berada 676 juta kilometer dari Bumi, tepatnya di antara orbit Jupiter dan sabuk asteroid.

Komet ini mendekat dari arah konstelasi Sagitarius dan diperkirakan memiliki diameter sekitar 19 kilometer. Berbeda dengan dugaan awal yang menganggapnya sebagai asteroid, pengamatan menunjukkan adanya aktivitas komet, termasuk koma dan ekor, yang mengonfirmasi klasifikasinya sebagai komet. Kecepatan ekstrem dan lintasan datar dari objek ini menunjukkan bahwa ia memiliki momentum yang cukup untuk meluncur langsung melalui tata surya kita tanpa tertangkap oleh gravitasi Matahari.

3I/ATLAS tidak mengancam Bumi, karena ia menjaga jarak minimum sekitar 241 juta kilometer dari planet kita. Komet ini akan mencapai titik terdekatnya dengan Matahari pada tanggal 29 Oktober, melintas sekitar 203 juta kilometer jauhnya—hanya sedikit di dalam orbit Mars.

Penemuan ini mengikuti dua pengunjung antarbintang sebelumnya: 1I/ʻOumuamua pada tahun 2017 dan 2I/Borisov pada tahun 2019. Kelangkaan objek semacam ini menjadikan setiap deteksi sangat penting untuk memahami bahan dan kondisi di sistem bintang lain.

Komet ini akan tetap dapat diamati hingga bulan September sebelum menghilang ke dalam cahaya Matahari, lalu akan muncul kembali pada bulan Desember untuk mendekati Bumi pada tanggal 19 Desember. Para astronom di seluruh dunia sedang melacak jalurnya untuk mengumpulkan data tentang pengembara antarbintang yang langka ini.

Teleskop dengan aperture 15-20 sentimeter dapat memotret objek ini, meskipun ia terlihat sangat samar dengan magnitudo 17,8.

library_books Science