Pada pukul 3:30 pagi hari Jumat, RJ Harber terbangun oleh suara hujan yang deras, petir, dan kilat. Keluarga Harber sedang merayakan hari libur Keempat Juli di sebuah kabin milik mereka di dekat Hunt, Texas, ketika banjir bandang yang merenggut puluhan nyawa ini terjadi.
RJ, seorang ayah berusia 45 tahun, awalnya mengira sungai hanya akan naik sedikit. Ia ingin memastikan keadaan dua putrinya yang masih kecil, Brooke yang berusia 11 tahun dan Blair yang berusia 13 tahun. Kedua gadis itu sedang tinggal di kabin pinjaman yang lebih dekat dengan sungai bersama kakek dan neneknya, Mike dan Charlene Harber.
RJ meminjam sebuah kayak, rompi pelampung, dan senter. Ia mulai mendayung kayaknya menuju kabin tempat putrinya dan orang tuanya berada. Jaraknya sekitar 30 meter, tetapi ketika ia sudah mencapai setengah perjalanan, RJ merasakan gelombang besar yang mendorongnya ke sebuah tiang.
Ia melihat bahwa sebuah kabin telah terlepas dari fondasinya dan tersangkut di samping kabin mereka. "Ada mobil yang mengapung ke arah saya dan pohon-pohon yang juga mengapung. Saya tahu jika saya mendayung satu kali lagi, itu akan menjadi hukuman mati," ujarnya.
Setelah berhasil mencapai tempat yang lebih tinggi, RJ memeriksa ponselnya dan melihat pesan yang dikirim pukul 3:30 pagi dari putrinya, Brooke. Pesan itu berbunyi, "Aku mencintaimu." Istrinya juga menerima pesan dari Brooke dan Blair yang tertera waktu yang sama, yang juga mengatakan, "Aku mencintaimu."
Saat matahari terbit, air akhirnya surut cukup untuk RJ kembali ke lokasi kejadian. Sayangnya, kabin tempat Blair, Brooke, dan kakek-nenek mereka tinggal telah sepenuhnya hanyut. Jenazah Blair dan Brooke ditemukan dan diidentifikasi sekitar dua belas mil dari kabin. Hingga Minggu sore, kakek-nenek mereka masih belum ditemukan.
banjir bandang Texas keluarga Harber korban keselamatan