Presiden Prabowo Subianto akan menyuarakan sikap dan posisi Republik Indonesia sebagai "bridge builder" atau jembatan penghubung dalam partisipasinya yang pertama kali di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang diadakan di Rio de Janeiro, Brasil. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia.
Menurut pernyataan resmi dari Kemlu, Indonesia yang tergabung dalam kelompok Global South dan G20 akan memanfaatkan forum BRICS untuk memperjuangkan kerja sama global yang lebih adil dan inklusif. Selain itu, Indonesia juga akan memajukan kepentingan nasional dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, keuangan, pendidikan, dan teknologi.
KTT BRICS adalah forum kerja sama internasional yang dibentuk oleh negara-negara Brasil, Rusia, India, dan China pada tahun 2009. Sejak saat itu, Afrika Selatan bergabung pada tahun 2010, dan negara-negara lain seperti Ethiopia, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi juga telah menjadi anggota pada tahun 2024.
Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada 1 Januari 2025. Keanggotaan ini diharapkan dapat memberikan peluang bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih dalam kerja sama internasional dan memperkuat posisinya di kancah global.
Partisipasi Indonesia di KTT BRICS ini merupakan langkah penting untuk menunjukkan komitmen negara dalam menjalin hubungan yang baik dengan negara-negara lain, serta memajukan kepentingan bersama di bidang yang lebih luas.
Dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto di KTT ini, diharapkan dapat membuka jalan bagi kerjasama yang lebih erat antara Indonesia dan negara-negara anggota BRICS dalam berbagai aspek pembangunan.
Prabowo Subianto KTT BRICS Indonesia kerja sama global