Setelah sehari Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang "Big Beautiful Bill", mantan sekutu dekatnya, miliarder teknologi Elon Musk, mengumumkan peluncuran partai politik baru di Amerika Serikat. Musk menyatakan bahwa partai ini dibentuk untuk "mengembalikan kebebasan" kepada rakyat.
Musk mengungkapkan hal ini melalui akun media sosialnya, X, yang juga dimilikinya. Ia mengatakan, "Ketika datang untuk menghancurkan negara kita dengan pemborosan dan korupsi, kita hidup dalam sistem satu partai, bukan demokrasi. Hari ini, Partai Amerika dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda."
Pernyataan ini muncul setelah Musk mengajukan pertanyaan kepada para pengikutnya di X mengenai perlunya pembentukan partai politik baru untuk melawan "sistem satu partai" yang ada saat ini. Musk, yang dikenal sebagai pengusaha sukses dan pendiri beberapa perusahaan besar, telah secara terbuka menentang kebijakan pemotongan pajak dan pengeluaran yang diusulkan oleh Trump. Ia menyatakan bahwa peningkatan defisit anggaran akan "menghancurkan negara".
Konflik antara Musk dan Trump menjadi perhatian banyak pihak, terutama bagi Partai Republik, yang khawatir bahwa ketegangan ini dapat memengaruhi peluang mereka dalam pemilihan kongres mendatang pada tahun 2026. Musk pernah menyatakan, "Mereka akan kalah dalam pemilihan pendahuluan tahun depan jika itu menjadi hal terakhir yang saya lakukan di bumi ini."
Pembentukan Partai Amerika oleh Musk menandai langkah baru dalam lanskap politik AS, yang mungkin akan menarik perhatian banyak orang, terutama di kalangan pemilih muda. Musk berharap partai ini dapat menjadi alternatif bagi mereka yang merasa tidak terwakili dalam sistem politik yang ada saat ini.
Elon Musk partai politik kebebasan Amerika Trump