Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pemerintah Luncurkan Obligasi Oranye untuk Kesetaraan Gender

Pemerintah Indonesia, bersama dengan Impact Investment Exchange (IIX), telah memperkenalkan instrumen investasi baru yang disebut obligasi oranye pada pertengahan tahun 2024. Obligasi ini dirancang untuk membantu mendanai program-program yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam aspek kesetaraan gender.

Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Yanuar Nugroho, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat kesenjangan besar dalam pendanaan program-program SDGs yang mencapai sekitar Rp24.000 triliun. Oleh karena itu, diperlukan sumber pendanaan yang lebih kreatif dan inovatif.

"Obligasi oranye diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mengatasi kesenjangan ini dengan menyediakan modal untuk proyek-proyek yang fokus pada keberlanjutan dan kesetaraan gender," ujar Yanuar dalam sebuah acara media pada hari Rabu, 10 Juli 2024.

Obligasi oranye tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendanaan, tetapi juga diharapkan dapat membantu promosi inklusi sosial ekonomi. Dengan adanya obligasi ini, diharapkan akses keuangan untuk perempuan dan kelompok yang terpinggirkan menjadi lebih besar. Yanuar juga menyatakan bahwa pihak swasta didorong untuk mengadopsi obligasi ini.

"Kami memang berharap pada tahun 2025 sudah bisa memiliki partner dari sektor swasta, sehingga kita bisa mobilisasi untuk inklusi. Namun, ini harus dilakukan secara kolektif dan tidak bisa dipaksakan, tergantung kesiapan masing-masing pihak," tambahnya.

Chief Operating Officer IIX, Angela Ng, juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendorong penggunaan obligasi oranye. Menurutnya, obligasi ini tidak menggantikan obligasi berkelanjutan yang sudah ada, tetapi justru melengkapinya.

Angela menyebutkan bahwa obligasi oranye berpotensi untuk memobilisasi dana sekitar 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp160 triliun dengan kurs Rp16.000 per dollar AS. Selain itu, obligasi ini ditargetkan untuk memberdayakan 100 juta perempuan dan minoritas gender pada tahun 2030.

Setahun setelah pengenalan obligasi oranye, pada pertengahan tahun 2025, obligasi oranye perdana telah diluncurkan. Namun, yang menarik, peluncuran ini dilakukan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sebuah lembaga keuangan milik negara, bukan oleh pihak swasta.

library_books Idx Channel