Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima, menegaskan bahwa pengembangan dan penguatan Arsip Nasional sangat penting sebagai fondasi untuk melihat bangsa ini ke depan.
Dalam pernyataannya, Aria Bima mengatakan, “Kami melihat pengembangan arsip ini merupakan satu hal yang terpenting, karena di sini adalah pintu masuk. Bagaimana melihat bangsa ini saat ini, dengan melihat berbagai hal terkait dengan masa lalu. Tentunya sangat menjadikan fondasi dasar untuk melihat bangsa atau peradaban bangsa ini ke depan.”
Wakil Ketua Komisi II DPR RI tersebut juga menambahkan bahwa penguatan sistem arsip nasional perlu dilakukan melalui integrasi data dan digitalisasi. Dengan cara ini, arsip akan lebih mudah diakses oleh pemangku kebijakan dan masyarakat umum.
Pengembangan arsip nasional diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Arsip yang teratur dan mudah diakses akan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik, serta menjaga sejarah dan budaya bangsa. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa generasi mendatang dapat memahami dan belajar dari sejarah bangsa.
Dengan adanya dukungan dari DPR RI, diharapkan pengembangan arsip nasional dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya untuk membangun kesadaran akan pentingnya arsip dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam era digital saat ini, peran arsip menjadi semakin vital. Dengan digitalisasi, informasi dapat disimpan dan diakses dengan lebih efisien. Hal ini akan sangat membantu dalam proses penelitian dan pengembangan berbagai kebijakan yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat.
Aria Bima menekankan, “Kami berkomitmen untuk terus mendukung penguatan sistem arsip nasional agar dapat memberikan kontribusi positif bagi bangsa ini.”
Dengan demikian, langkah ini diharapkan tidak hanya menjadi proyek jangka pendek, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat identitas dan peradaban bangsa Indonesia.
DPR RI Aria Bima Arsip Nasional pengembangan digitalisasi