Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Lebih dari 50.000 Orang Ditahan oleh ICE dalam Enam Bulan Pertama 2025

Pada enam bulan pertama tahun 2025, Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) telah menahan lebih dari 50.000 orang. Meskipun fasilitas penahanan sudah terlalu penuh, Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller ingin ICE meningkatkan penangkapan menjadi 3.000 orang per hari.

Rencana ini tentunya menimbulkan kekhawatiran, karena biaya dari ekspansi penangkapan ini akan ditanggung oleh pembayar pajak. Namun, uang yang dikeluarkan tidak hanya akan masuk ke pemerintah. Sebagian besar dari 113 fasilitas penahanan ICE tidak dikelola oleh pemerintah. Faktanya, lebih dari 90% imigran yang ditangkap oleh ICE ditahan di pusat penahanan swasta, yang kebanyakan dioperasikan oleh dua perusahaan besar: Geo Group dan CoreCivic.

Pusat penahanan swasta ini telah menjadi bisnis yang menguntungkan, dan banyak yang mempertanyakan etika di balik penahanan massal ini. Dengan adanya rencana untuk meningkatkan jumlah penangkapan, akan ada lebih banyak orang yang ditahan, dan hal ini berpotensi meningkatkan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

Situasi ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai kebijakan imigrasi dan bagaimana seharusnya pemerintah menangani masalah ini. Banyak orang berpendapat bahwa pendekatan ini tidak manusiawi dan tidak menyelesaikan masalah mendasar mengenai imigrasi.

Dengan adanya berita ini, diharapkan masyarakat semakin sadar tentang isu-isu yang berkaitan dengan penahanan imigran dan dampaknya terhadap kehidupan banyak orang.

library_books Fastcompany