Hanuna, seorang gadis muda berusia 16 tahun, pernah melarikan diri dari rumahnya di Sudan karena konflik dan kekeringan yang melanda negaranya. Saat itu, ia merasa ketakutan dan tidak yakin apakah ia akan pernah merasa aman kembali, apalagi memiliki impian untuk masa depan yang cerah.
Namun, setelah 10 tahun berjuang, Hanuna kini berdiri tegak mengenakan toga kelulusan, dengan bangga memegang gelar sarjananya. Perjalanannya yang luar biasa dimulai dari sebuah kamp pengungsi di Sudan Selatan, di mana ia harus menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.
Dengan tekad yang kuat, Hanuna tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikannya, tetapi juga meraih peringkat ketiga di distrik tempat tinggalnya. Ia menerima DAFI scholarship, sebuah program beasiswa yang membantu pengungsi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Beasiswa ini sangat berarti baginya, karena memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Hanuna sekarang memiliki impian untuk menginspirasi gadis-gadis lain yang, seperti dirinya dahulu, pernah merasa pendidikan tidak dapat dijangkau. Ia ingin menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan semangat, semua orang bisa mencapai impian mereka, tidak peduli seberapa sulit perjalanan yang harus dilalui.
Dalam sebuah pernyataan, Hanuna mengatakan, "Saya ingin memberi harapan kepada gadis-gadis muda lainnya. Pendidikan adalah kunci untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Kita semua berhak untuk bermimpi dan berjuang untuk itu."
Perjalanan Hanuna adalah contoh nyata dari resiliensi dan harapan, menunjukkan bahwa meskipun menghadapi tantangan yang berat, keberanian dan tekad dapat membawa seseorang dari kegelapan menuju kesuksesan.
Dengan kisahnya, Hanuna memberikan inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang berada dalam situasi yang sama. Kini, ia tidak hanya menjadi seorang sarjana, tetapi juga seorang pemimpin yang siap untuk mengubah dunia di sekitarnya.
Hanuna pengungsi Sudan pendidikan DAFI scholarship