Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Iran Siap Balas Serangan Militer AS Terhadap Program Nuklir

Iran mengumumkan akan melakukan pembalasan cepat setelah serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap program nuklirnya. Pernyataan ini disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Minggu dini hari, 22 Juni 2025. Dalam pernyataannya, IRGC menyatakan, "Perang dimulai sekarang juga." Serangan militer AS ini telah menimbulkan ketegangan yang semakin meningkat antara kedua negara. Sebelum serangan itu terjadi, para pemimpin Iran sudah memberikan peringatan bahwa mereka akan melakukan pembalasan jika AS melanjutkan tindakan agresif mereka. Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh, menegaskan pada Rabu, 11 Juni 2025, "Semua pangkalan AS berada dalam jangkauan kami dan kami akan dengan berani menargetkan mereka." Pada hari Sabtu, 21 Juni 2025, beberapa pesawat pembom B-2 milik AS terlihat terbang ke arah barat dari Amerika Serikat. Pihak militer mengonfirmasi bahwa pembom B-2 adalah satu-satunya pesawat yang dilengkapi dengan bom penghancur bunker yang besar, yang dirancang untuk menargetkan fasilitas yang terletak di bawah tanah. Ketegangan antara Iran dan AS telah meningkat sejak beberapa tahun terakhir, terutama berkaitan dengan program nuklir Iran yang dianggap mengancam keamanan regional dan internasional. Kini, dengan pernyataan tegas dari Iran, situasi ini semakin memanas dan banyak yang khawatir akan kemungkinan terjadinya konflik berskala lebih besar. Sejarah mencatat bahwa serangan militer dan ancaman balasan sering kali memicu ketegangan yang lebih besar. Oleh karena itu, banyak pihak berharap kedua negara dapat menemukan jalan damai untuk menyelesaikan permasalahan ini.

library_books Antaranewscom