Riyadh - Serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran baru-baru ini tidak mengubah tingkat radiasi di negara-negara Arab di Teluk Persia, termasuk Arab Saudi. Hal ini diungkapkan oleh Komisi Regulasi Nuklir dan Radiologi Arab Saudi.
Menurut laporan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa AS telah menyelesaikan "serangan yang sangat sukses" terhadap tiga titik fasilitas nuklir di Iran pada hari Sabtu, 21 Juni. Serangan ini menjadi perhatian banyak pihak karena bisa berdampak pada keamanan regional.
Namun, Pemerintah Iran telah memprediksi serangan tersebut dan telah melakukan langkah antisipasi. Penasihat ketua parlemen Iran, Mehdi Mohammadi, menyatakan bahwa fasilitas nuklir Fordow telah dievakuasi sebelum serangan terjadi. "Berkat antisipasi tersebut, tidak ada kerusakan di fasilitas nuklir Fordow yang tidak dapat dipulihkan," tambahnya.
Fasilitas Fordow adalah salah satu lokasi penting dalam program nuklir Iran. Lokasi ini terletak di dekat kota Qom dan selama ini menjadi sorotan internasional karena aktivitas nuklirnya.
Meski serangan tersebut tidak menyebabkan peningkatan radiasi, situasi ini menunjukkan ketegangan yang tinggi antara Iran dan Amerika Serikat. Banyak pihak berharap agar kedua negara dapat menemukan jalan damai untuk menyelesaikan perbedaan mereka.
Ke depan, perhatian akan tetap tertuju pada perkembangan hubungan internasional ini, terutama di kawasan yang rentan terhadap konflik.
serangan fasilitas nuklir Iran Amerika Serikat radiasi