Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Bung Karno Dukung Galeri Pandy untuk Promosikan Seni Indonesia

Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, menyadari bahwa untuk menghidupkan institusi kreatif, diperlukan lembaga komersial yang dapat memasarkan karya seni. Dalam upayanya mempromosikan seni Indonesia, Bung Karno mendorong pendirian Galeri Pandy di Sanur, Bali.

Galeri ini didirikan oleh James Clarence Pandy, yang lebih dikenal dengan nama Jimmy Pandy. Galeri Pandy menjadi satu-satunya galeri seni yang terletak di Pantai Sindhu, Sanur, dan menawarkan berbagai karya seni, termasuk patung, karya grafis, dan lukisan khas Bali.

Awalnya, Jimmy Pandy bekerja sebagai pemandu wisata di biro wisata internasional, Thomas Cook. Pada tahun 1949, ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan mendirikan galeri sekaligus hunian di Sanur. Pada masa itu, galeri yang dikelola Pandy bersama Koopman berkontribusi penting dalam membangkitkan pariwisata Bali pasca perang.

Bung Karno dikenal sering mengunjungi Galeri Pandy setiap kali berada di Bali. Ia selalu menambah koleksi lukisan dan berdiskusi dengan Jimmy Pandy. “Setiap ke Bali, Bung Karno selalu ingin mampir di Pandy Gallery dulu. Setelah berbincang seni, biasanya Pandy memberi arahan kepada pelukis-pelukis,” ungkap pelukis Indonesia, Dullah, dalam bukunya Dongeng dari Dullah (2020).

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk mempromosikan seni Indonesia ke luar negeri, Bung Karno meminta Pandy untuk memanfaatkan promosi tersebut. Pandy menyadari pentingnya karya seni yang mencerminkan keberagaman seni Indonesia.

Bung Karno juga mendesak pengusaha Tjio Tek Djien di Jakarta untuk membangun studio yang dapat menghimpun pelukis dari berbagai daerah di Indonesia. Dari studio ini, lukisan-lukisan bertema Indonesia kemudian dikirim ke Galeri Pandy.

Galeri Pandy resmi dibuka pada tahun 1952 dengan gedung yang lebih besar, yang tidak hanya menampilkan karya seni tetapi juga mempertunjukkan tari tradisional dan sajian kuliner khas Bali.

Bung Karno pernah menyampaikan kepada Pandy, “Katakan kepada tamu Jerman, ‘Indonesische bildende kunst muss gesammelt werden!’ (Karya seni Indonesia harus dikoleksi!). Katakan kepada tamu Spanyol, ‘Arte Indonesio de gran calidad!’ (Karya seni Indonesia hebat!). Manfaatkan pengalaman Thomas Cook Anda untuk menarik pengunjung global,” seperti yang dikutip oleh Dullah, pelukis Istana Presiden.

Dengan dukungan Bung Karno, Galeri Pandy menjadi salah satu tempat penting dalam mempromosikan seni Indonesia di kancah internasional.

library_books Pdipkreatif