Dalam rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung baru-baru ini, keputusan penting diambil untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,5%. Keputusan ini diambil untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sambil memastikan inflasi tetap sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Bank Indonesia juga mengingatkan bahwa mereka terus memantau kemungkinan penurunan suku bunga BI Rate. Tujuannya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik tanpa mengorbankan stabilitas nilai tukar yang sesuai dengan fundamental ekonomi.
Selain itu, Bank Sentral berkomitmen untuk mengoptimalkan kebijakan makroprudensial akomodatif. Ini berarti mereka ingin mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan strategi yang berbeda. Salah satu fokusnya adalah mendorong pertumbuhan kredit yang lebih baik dan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas di sektor perbankan.
Pada bulan Mei 2025, Bank Indonesia mencatat bahwa penyaluran kredit perbankan tumbuh sebesar 8,43% YoY dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Namun, angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan April yang mencapai 8,88% YoY. Meskipun demikian, Bank Sentral optimis dengan prospek perekonomian ke depan.
Bank Indonesia memprediksikan bahwa pertumbuhan kredit perbankan sepanjang tahun 2025 akan berada di kisaran 8-11%. Ini menunjukkan harapan yang baik bagi sektor perbankan dan perekonomian secara keseluruhan.
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan dan perkembangan ini, program Market Review akan membahasnya secara lebih mendalam. Program tersebut akan dipandu oleh Prasetyo Wibowo dan disiarkan secara langsung pada Kamis, 19 Juni 2025, pukul 21.00 – 21.30 WIB. Anda dapat menyaksikannya di IDX Channel melalui berbagai saluran televisi dan juga dapat menonton secara live streaming di www.idxchannel.com serta aplikasi IDX Channel TV di toko aplikasi.
Bank Indonesia suku bunga ekonomi inflasi kredit