Startup asal Jerman, DeepL, baru saja membuat terobosan besar dalam dunia penerjemahan berbasis kecerdasan buatan (AI). Mereka berhasil menerjemahkan seluruh isi internet hanya dalam waktu 18 hari. Ini adalah pencapaian yang sangat mengesankan, mengingat pekerjaan serupa biasanya membutuhkan waktu sekitar 200 hari.
Keberhasilan DeepL ini dimungkinkan berkat penggunaan teknologi mutakhir dari Nvidia, yaitu DGX SuperPOD. Sistem ini dilengkapi dengan lebih dari 1.000 GPU H100 yang terpasang di EcoDataCenter di Swedia. Dengan kemampuan ini, DeepL kini dapat menerjemahkan 30 kali lebih cepat dibanding sebelumnya.
Kecepatan penerjemahan yang baru ini memungkinkan DeepL untuk mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari percakapan waktu nyata hingga koleksi dokumen besar. DeepL kini sudah dipercaya oleh setengah dari perusahaan Fortune 500, menunjukkan bahwa teknologi mereka sangat dihargai dalam dunia bisnis.
Menurut laporan dari Forrester, investasi dalam teknologi DeepL memberikan pengembalian investasi sebesar 345%. Ini menunjukkan betapa pentingnya penerjemahan yang cepat dan akurat di era digital saat ini.
Dengan pencapaian ini, DeepL tidak hanya menunjukkan inovasi dalam teknologi penerjemahan, tetapi juga membuka peluang baru bagi interaksi global di berbagai bidang, termasuk bisnis, pendidikan, dan komunikasi antarbudaya.
DeepL penerjemahan AI Nvidia teknologi internet