Budapest, 19 Juni 2025 – Pemerintah kota Budapest mengumumkan bahwa mereka berencana untuk tetap mengadakan Parade Pride pada 28 Juni mendatang, meskipun terdapat ancaman larangan dari pihak kepolisian. Menurut pihak berwenang, kota memiliki hak konstitusional untuk menyelenggarakan acara budaya tanpa harus mendapatkan izin dari kepolisian.
Mate Hegedus, salah satu penyelenggara Parade Pride, menyatakan, "Ini adalah hak kami untuk berkumpul secara damai." Pernyataan ini menunjukkan tekad pihak penyelenggara untuk melanjutkan acara meskipun ada tantangan dari pemerintah.
Tindakan pemerintah yang berusaha melarang Parade Pride ini telah memicu gelombang protes di seluruh Hungaria. Di Budapest, ribuan orang telah turun ke jalan untuk ikut serta dalam demonstrasi dan memblokir jembatan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan tersebut.
Parade Pride ini tidak hanya menjadi ajang bagi komunitas LGBTQ+, tetapi juga akan dihadiri oleh beberapa anggota parlemen Uni Eropa yang menunjukkan dukungan mereka terhadap hak-hak asasi manusia.
Dengan semangat kebersamaan, warga Budapest menunjukkan bahwa mereka tidak takut untuk memperjuangkan hak mereka untuk merayakan keberagaman dan cinta.
Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi momen yang penting bagi komunitas LGBTQ+, tetapi juga sebagai simbol perlawanan terhadap segala bentuk diskriminasi yang masih ada di masyarakat.
Ketegangan antara pemerintah dan kelompok pendukung hak asasi manusia di Hungaria menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh organisasi yang berjuang untuk kesetaraan dan penerimaan. Parade Pride kali ini menjadi lebih dari sekadar perayaan, tetapi juga sebuah seruan untuk perubahan sosial.
Seluruh mata dunia akan tertuju pada Budapest pada 28 Juni, saat Parade Pride dilaksanakan, dan diharapkan semua pihak dapat menghormati hak untuk berkumpul secara damai.
Budapest Parade Pride larangan Mate Hegedus demonstrasi