NASA dan India Luncurkan Satelit Pengamatan Bumi Terbaru
Dalam beberapa minggu mendatang, NASA dan India akan meluncurkan satelit pengamatan Bumi yang paling canggih di dunia. Misi NISAR, yang bernilai sekitar 1,5 miliar dolar AS, kini sudah berada di Pusat Luncur Satish Dhawan di India, siap untuk peluncuran bersejarahnya dengan roket ISRO.
Satelit besar ini memiliki bobot hampir tiga ton dan dilengkapi dengan antena radar sepanjang 12 meter. NISAR dirancang untuk memetakan hampir seluruh permukaan daratan dan es di Bumi setiap 12 hari. Dengan kemampuan ini, satelit ini akan memberikan wawasan yang belum pernah ada sebelumnya tentang gempa bumi, banjir, perubahan iklim, dan pola pertanian.
Salah satu hal yang membuat NISAR benar-benar revolusioner adalah teknologi Radar Aperture Sintetik (SAR) dengan dua frekuensi. Berbeda dengan satelit tradisional yang mengandalkan cahaya matahari yang dipantulkan, NISAR aktif mengirimkan pulsa radar ke Bumi. Radar L-band yang dibangun oleh NASA dapat menembus hutan lebat dan tanah untuk memantau zona vulkanik dan seismik. Sementara itu, radar S-band yang dikembangkan oleh ISRO menawarkan pencitraan permukaan resolusi tinggi yang sangat cocok untuk analisis perkotaan dan medan.
Kombinasi kedua teknologi ini memungkinkan NISAR untuk melihat melalui awan, asap, abu, dan vegetasi. Hal ini menjadikan satelit ini sangat berharga untuk daerah tropis dan zona bencana di mana satelit optik gagal total.
Dengan peluncuran NISAR, diharapkan banyak informasi penting tentang kondisi Bumi dapat diperoleh, yang akan membantu dalam perencanaan dan respons terhadap bencana, serta dalam memahami perubahan lingkungan yang sedang berlangsung.
NASA India satelit pengamatan Bumi NISAR