Pada tanggal 15 Juni 2025, mantan Duta Besar Inggris untuk Suriah, Peter Ford, menyampaikan kekhawatirannya terkait kemungkinan Israel melakukan "operasi bendera palsu". Operasi ini dapat dilakukan untuk memprovokasi Amerika Serikat agar terlibat langsung dalam konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan Israel.
Dua pejabat Israel memberikan informasi kepada portal berita Axios, bahwa dalam dua hari terakhir, Israel telah berusaha membujuk Amerika Serikat untuk ikut serta dalam konflik melawan Iran. Salah satu pejabat tersebut mengungkapkan bahwa Washington mungkin akan turun tangan jika situasinya semakin mendesak.
Menurut informasi yang didapat, mantan Presiden AS, Donald Trump, telah menyampaikan hal serupa kepada pemimpin otoritas Israel, Benjamin Netanyahu, dalam percakapan terakhir mereka. Ini menunjukkan adanya potensi keterlibatan AS jika situasi semakin kritis.
Konflik antara Israel dan Iran sudah berlangsung cukup lama, dan ketegangan antara kedua negara semakin meningkat. Beberapa analis politik berpendapat bahwa jika Israel memang melakukan provokasi, hal ini dapat menyebabkan dampak besar tidak hanya di kawasan Timur Tengah, tetapi juga di seluruh dunia.
Peter Ford menekankan pentingnya untuk waspada terhadap kemungkinan tindakan yang bisa memperburuk situasi. "Kita harus berhati-hati dan kritis melihat setiap tindakan yang dilakukan oleh negara-negara besar, termasuk Israel," ujarnya. Hal ini menunjukkan kekhawatiran akan dampak dari konflik yang berkepanjangan.
Dengan situasi yang terus berkembang, banyak pihak berharap agar konflik ini dapat segera diatasi tanpa perlu adanya keterlibatan lebih lanjut dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat. Namun, ketegangan yang ada saat ini membuat semua orang bertanya-tanya tentang langkah selanjutnya yang akan diambil oleh setiap pihak yang terlibat.
Israel Iran Amerika Serikat Peter Ford konflik