Bank Indonesia (BI) baru saja merilis hasil Survei Penjualan Eceran untuk periode April 2025. Hasil survei menunjukkan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) berada di angka 235,5. Angka ini relatif stabil jika dibandingkan dengan IPR pada periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 236,3.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, stabilitas ini terutama didorong oleh pertumbuhan positif dalam beberapa kelompok barang. Kelompok yang mengalami pertumbuhan tersebut antara lain Suku Cadang dan Aksesori, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Barang Budaya dan Rekreasi.
Namun, jika dilihat dari bulan ke bulan, penjualan eceran pada April 2025 mengalami kontraksi sebesar 5,1 persen (month to month). Penurunan ini disebabkan oleh turunnya penjualan di mayoritas kelompok barang. Hal ini terjadi seiring dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.
Dengan hasil survei ini, BI memberikan gambaran bahwa meskipun ada penurunan dalam jangka pendek, beberapa kelompok barang masih menunjukkan pertumbuhan yang baik. Ini penting untuk pemulihan ekonomi ke depannya.
Survei ini memberikan informasi yang berguna bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk memahami dinamika penjualan eceran di Indonesia. Dengan demikian, mereka dapat mengambil langkah yang tepat dalam merespons perubahan pasar.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai survei ini, silakan kunjungi situs resmi Bank Indonesia.
Bank Indonesia Survei Penjualan Eceran April 2025 IPR ekonomi