Sejumlah bagian baru dari laporan khusus mengenai pengadaan masker di Jerman mengungkapkan kesalahan serius yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan di bawah kepemimpinan mantan Menteri Kesehatan Jens Spahn dari partai CDU. Menurut penyelidikan yang dilakukan oleh NDR, WDR, dan Süddeutscher Zeitung, situasi ini telah digambarkan sebagai "drama dengan biaya miliaran euro".
Laporan tersebut telah ada sejak Januari, namun pemeriksaan terhadap tuduhan yang diajukan memakan waktu beberapa minggu. Menteri Kesehatan saat ini, Karl Lauterbach dari partai SPD, sebelumnya menahan laporan tersebut. Sejak bulan Mei, rekannya di partai CDU, Sabine Warken, menjabat sebagai Menteri Kesehatan, tetapi dia juga enggan untuk merilis laporan tersebut dengan alasan perlindungan data dan risiko hukum.
Dalam laporan yang diperoleh secara eksklusif oleh NDR, WDR, dan SZ, kritik tajam dilayangkan terhadap cara kerja Kementerian Kesehatan di bawah Spahn. "Drama miliaran euro" ini dimulai ketika Spahn memutuskan untuk "mengabaikan saran dari departemen ahli" dan berusaha untuk mengelola pengadaan masker sendiri.
Ketika ditanya mengenai tuduhan dari laporan tersebut, Spahn menjelaskan kepada NDR, WDR, dan SZ bahwa dalam situasi darurat saat itu, dia harus mengambil langkah-langkah yang tidak biasa karena cara pengadaan yang sudah ada tidak berjalan dengan baik. Namun, Sudhof, penyelidik khusus yang ditunjuk oleh Lauterbach pada musim panas 2024 untuk menyelidiki pengadaan masker, menuduh Spahn telah melakukan penilaian pribadi yang luas dalam laporannya, bukan hanya membahas masalah substansial.
Jerman kini menghadapi ancaman pembayaran sebesar 2,3 miliar euro kepada pemasok masker dalam proses hukum yang masih berlangsung. Situasi ini menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang selama masa krisis.
Skandal ini menjadi perhatian publik dan menunjukkan betapa pentingnya pengawasan yang ketat dalam pengeluaran dana publik, terutama di masa pandemi seperti ini.
masker pembelian skandal kesehatan Spahn