Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa aliran dana asing ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp5,20 triliun berdasarkan data transaksi yang terjadi dari 10 hingga 12 Juni 2025. Ini merupakan angka yang cukup signifikan dalam periode tersebut.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, memberikan rincian mengenai aliran dana tersebut. Ia menjelaskan bahwa dari total aliran dana, terdapat beli neto sebesar Rp0,83 triliun di pasar saham dan Rp5,08 triliun di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Namun, ada juga jual neto sebesar Rp0,71 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
"Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen sampai dengan 12 Juni 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp47,54 triliun di pasar saham dan Rp21,82 triliun di SRBI, serta beli neto sebesar Rp53,91 triliun di pasar SBN," ujarnya yang dilansir dari situs resmi Bank Indonesia pada hari Minggu, 15 Juni 2025.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada penjualan neto di beberapa sektor, masih ada minat yang kuat dari investor asing untuk berinvestasi di pasar SBN. Hal ini bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, karena aliran dana asing dapat membantu meningkatkan likuiditas dan stabilitas pasar keuangan.
Dengan adanya aliran dana asing ini, diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di Indonesia. Investor asing seringkali melihat peluang investasi di negara yang memiliki potensi pertumbuhan yang baik dan stabilitas ekonomi yang terjaga.
Dengan demikian, langkah Bank Indonesia dalam memantau aliran dana asing menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan pasar keuangan tanah air.
Bank Indonesia dana asing pasar keuangan SBN saham