Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) baru saja mengeluarkan proyeksi yang menarik mengenai pertumbuhan pinjaman daring (Pindar) untuk tahun 2025. Mereka memperkirakan pertumbuhan ini akan mencapai 10%. Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, mengungkapkan bahwa proyeksi ini berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menunjukkan bahwa pertumbuhan penyaluran pinjaman daring selama ini selalu melebihi perkiraan yang ada.
Menurut OJK, hingga April 2025, total outstanding pembiayaan dari fintech P2P lending sudah mencapai Rp 80,94 triliun. Ini merupakan angka yang sangat besar dan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, yaitu sebesar 29,01% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Namun, di balik pertumbuhan yang menggembirakan ini, ada juga sisi yang perlu diperhatikan. Rasio kredit macet atau TWP90 pada industri fintech peer to peer lending mengalami peningkatan. OJK mencatat bahwa TWP90 pada April 2025 mencapai 2,93%. Angka ini menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah pinjaman yang tidak dapat dibayar tepat waktu.
Kondisi ini lebih buruk dibandingkan dengan data tahun lalu. Pada April 2024, TWP90 hanya berada di angka 2,79%. Selain itu, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Maret 2025, yang tercatat sebesar 2,77%, angka TWP90 April 2025 menunjukkan adanya penurunan yang cukup signifikan.
Untuk memahami lebih dalam mengenai kondisi ini, masyarakat dapat menyaksikan program Market Review yang akan dibawakan oleh Prasetyo Wibowo pada hari Senin, 16 Juni 2025, pukul 21.30 – 22.00 WIB. Program ini akan disiarkan secara langsung di IDX Channel, yang dapat diakses melalui berbagai saluran televisi dan juga secara LIVE STREAMING di situs resmi IDX Channel.
AFPI pinjaman daring pembiayaan fintech TWP90