Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Lebih dari 35 Orang Tewas dalam Operasi Militer Israel di Gaza

Pada hari Sabtu, lebih dari 35 orang dilaporkan tewas akibat operasi militer Israel di Jalur Gaza. Dari jumlah tersebut, sekitar setengahnya tewas saat menunggu untuk menerima bantuan.

Menurut informasi yang diperoleh dari tenaga medis, sedikitnya 15 orang kehilangan nyawa ketika mereka berusaha mendekati lokasi distribusi bantuan yang dikelola oleh Yayasan Kemanusiaan Gaza, dekat koridor Netzarim.

Informasi mengenai insiden ini sangat terbatas karena internet di Gaza telah terputus selama lebih dari tiga hari, setelah Israel dilaporkan memutuskan kabel serat optik. Para jurnalis Palestina di lapangan melaporkan bahwa mereka yang tewas ditembak oleh tentara Israel.

Dalam sebuah pernyataan kepada Times of Israel, Angkatan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa meskipun telah ada peringatan bahwa daerah tersebut adalah zona pertempuran aktif, sekelompok warga Gaza terlihat mendekati pasukan IDF "dengan cara yang membahayakan mereka."

Menurut militer, pasukan tersebut melakukan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan, dan insiden ini sedang ditinjau.

Pada hari Jumat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut Yayasan Kemanusiaan Gaza yang didukung oleh Israel dan Amerika Serikat sebagai "kegagalan" dari perspektif kemanusiaan. Organisasi yang baru dibentuk ini memulai operasinya pada 26 Mei setelah Israel sepenuhnya memutuskan pasokan ke Gaza selama lebih dari dua bulan, yang memicu peringatan akan terjadinya kelaparan.

Yayasan Kemanusiaan Gaza mengklaim telah mendistribusikan lebih dari 18 juta makanan sejak saat itu. Namun, PBB dan organisasi non-pemerintah lainnya menolak untuk bekerja sama dengan Yayasan ini, mengutip kekhawatiran bahwa yayasan tersebut lebih memprioritaskan tujuan militer Israel dibandingkan dengan kebutuhan kemanusiaan.

library_books Dwnews