Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Penelitian Menunjukkan Dewasa Itu Butuh Waktu Hingga Usia 30 Tahun

Profesor Peter Jones, seorang ilmuwan saraf dari Universitas Cambridge, mengungkapkan bahwa orang-orang tidak sepenuhnya menjadi dewasa hingga mencapai usia 30 tahun. Hal ini menantang definisi kedewasaan yang selama ini ditetapkan pada usia 18 tahun. Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Jones menunjukkan bahwa perkembangan otak yang signifikan masih terjadi sepanjang usia dua puluhan, yang dapat mempengaruhi perilaku, pengambilan keputusan, dan kerentanan terhadap masalah kesehatan mental.

Penelitian ini berfokus pada korteks prefrontal, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengendalikan emosi, mengelola impuls, dan menilai risiko. Wilayah otak yang penting ini baru selesai berkembang sekitar usia 25 hingga 30 tahun. Hal ini menjelaskan mengapa orang dewasa muda sering menunjukkan perilaku yang tampak tidak terduga atau didorong oleh emosi, yang bisa terlihat sembrono atau berisiko bagi orang dewasa yang lebih tua.

Dengan menggunakan teknologi MRI, Profesor Jones mempelajari 297 relawan berusia 14 hingga 24 tahun. Temuannya menunjukkan bahwa orang yang berusia 18 tahun masih mengalami perubahan otak yang dramatis yang membuat mereka lebih rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Proses yang disebut "pemangkasan sinaptik"—di mana koneksi saraf yang tidak terpakai dihilangkan untuk meningkatkan efisiensi—masih berlangsung hingga dekade ketiga kehidupan seseorang.

Sementara sistem pendidikan, kesehatan, dan hukum merasa nyaman dengan mendefinisikan kedewasaan pada usia 18 tahun, Profesor Jones berpendapat bahwa hal ini menciptakan situasi yang "semakin absurd". Ia mencatat bahwa hakim kriminal yang berpengalaman sudah mengenali perbedaan antara terdakwa berusia 19 tahun dan kriminal berpengalaman di usia akhir 30-an.

Transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa bervariasi secara dramatis antara individu, dipengaruhi oleh faktor genetik, sosial, dan lingkungan. Alih-alih terjadi secara mendadak pada usia 18 tahun, Profesor Jones menggambarkan proses ini sebagai "transisi yang jauh lebih halus yang berlangsung selama tiga dekade".

Penelitian ini memberikan validasi ilmiah bagi siapa pun yang merasa tidak siap menghadapi tanggung jawab dewasa di usia dua puluhan. Ini menunjukkan bahwa kesulitan dalam mengambil keputusan "dewasa" selama periode ini adalah hal yang normal secara neurologis, bukan kegagalan pribadi.

library_books Science