Pada saat ini, industri minyak sedang menghadapi tantangan yang besar. Harga minyak mengalami penurunan sebesar 15% dalam setahun terakhir, menjadi $67 per barel. Hal ini terjadi setelah OPEC, organisasi negara-negara penghasil minyak, memutuskan untuk menghentikan pemotongan pasokan dan membiarkan negara anggotanya meningkatkan produksi.
Di tengah situasi ini, banyak perusahaan pengeboran minyak di Amerika Serikat yang terpaksa menutup rig mereka untuk menghemat biaya. Kebijakan ini diambil karena harga minyak yang rendah membuat kegiatan pengeboran menjadi tidak menguntungkan.
Menurut laporan terbaru, lebih dari separuh dari 93 perusahaan minyak dan gas yang terdaftar dalam Forbes Global 2000 mengalami penurunan peringkat tahun ini. Perusahaan minyak terbesar di dunia, Saudi Aramco, hanya turun satu peringkat ke posisi keempat. Sementara itu, BP, yang sedang dalam proses restrukturisasi perusahaan, terjun bebas hingga 374 peringkat, berada di posisi 421.
Perusahaan penyuling dan produsen kimia juga tidak luput dari dampak ini. Beberapa perusahaan seperti PBF Energy, HF Sinclair, Formosa Chemicals, dan Neste juga mengalami penurunan ratusan peringkat dalam daftar tersebut.
Meskipun banyak perusahaan yang mengalami kesulitan, masih ada beberapa yang menunjukkan performa baik. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perusahaan-perusahaan yang masih bersinar di Forbes Global 2000, Anda bisa melihat informasi lebih lanjut di sumber terkait.
harga minyak perusahaan energi OPEC Forbes Global 2000