Carlo Acutis, seorang remaja yang meninggal dunia pada tahun 2006, akan diangkat menjadi santo pertama dari generasi milenial. Menurut informasi dari Vatikan, Paus Leo XIV telah memutuskan untuk memasukkan Carlo Acutis ke dalam daftar para santo.
Acutis dikenal sebagai santo pertama dari generasi Internet, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1980 hingga akhir 1990-an. Jika dia masih hidup, Carlo saat ini berusia 34 tahun.
Di dalam Gereja Katolik, Acutis dijuluki "Cyber-Apostle" atau "Apostol Siber" karena ketertarikan dan pengabdiannya dalam bidang teknologi dan internet. Pada tahun 2020, ia sudah dibeatifikasi atau diakui sebagai orang yang hidup dengan baik dan terhormat oleh gereja. Carlo meninggal dunia pada usia 15 tahun akibat penyakit leukemia.
Jenazah Carlo saat ini disemayamkan di sebuah sarkofagus kaca di kota Assisi, Italia. Menariknya, ia dimakamkan dengan pakaian kasual berupa celana jeans dan sepatu olahraga, serta memegang rosario di tangannya. Di kota Assisi, Carlo telah dirayakan sebagai santo dengan berbagai barang dagangan seperti patung, kaos, dan rosario yang dijual kepada umat.
Untuk proses kanonisasinya, Vatikan mengakui dua mukjizat yang terkait dengan Carlo Acutis. Mukjizat pertama adalah penyembuhan seorang anak di Brasil, sementara mukjizat kedua melibatkan penyembuhan seorang wanita di Costa Rica. Kedua kejadian ini menambah keyakinan akan kesucian hidupnya dan menunjukkan kekuatan iman yang dimilikinya.
Dengan pengakuan ini, Carlo Acutis menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda untuk menjalani hidup yang baik dan penuh iman. Melalui teknologi dan internet, ia menunjukkan bahwa iman dapat terhubung dengan cara yang modern.
Carlo Acutis santo generasi milenial Vatikan berita