Desa Sukarela Jaya, yang terletak di Pulau Kecil Wawonii, menghadapi masalah serius terkait kondisi dua sungai yang berada di wilayahnya. Pada tanggal 13 Juni 2025, terlihat jelas perbedaan warna antara Sungai Tampu Siu-Siu dan Sungai Roko-Roko.
Sungai Tampu Siu-Siu menunjukkan warna kuning kecoklatan, sementara Sungai Roko-Roko tetap berwarna jernih. Perbedaan warna ini menjadi perhatian masyarakat setempat dan menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas air di daerah tersebut.
Menurut informasi, di bagian hulu Sungai Tampu Siu-Siu terdapat izin konsesi tambang dari perusahaan PT GKP dan izin IPPK. Hal ini diduga menjadi penyebab perubahan warna air di sungai tersebut. Aktivitas perusahaan yang berada di hulu sungai dapat menyebabkan pencemaran yang mengalir hingga ke hilir Sungai Roko-Roko.
Di sisi lain, di bagian hulu Sungai Roko-Roko tidak terdapat Izin Usaha Pertambangan (IUP), sehingga sungai ini tidak mengalami perubahan warna. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa aktivitas tambang di sekitar Sungai Tampu Siu-Siu berdampak negatif terhadap lingkungan dan ekosistem di sekitarnya.
Masyarakat Desa Sukarela Jaya khawatir akan dampak pencemaran ini terhadap kehidupan sehari-hari mereka, terutama dalam hal sumber air bersih. Air sungai sering digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan bahkan untuk keperluan ikan.
Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan, masyarakat setempat mengajak untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan kebersihan sungai. Mereka berharap pihak berwenang dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah ini dan melindungi sumber daya alam yang ada.
Untuk itu, kampanye #savewawonii dan #savepulaupulaukecil diluncurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keadaan lingkungan di Pulau Kecil Wawonii.
Sungai Tampu Siu-Siu Sungai Roko-Roko Desa Sukarela Jaya PT GKP perubahan warna