Ilmuwan Berhasil Menghilangkan HIV dari Sel Imun Manusia
Tim ilmuwan dari Universitas Amsterdam telah menciptakan sejarah dengan berhasil menggunakan teknologi pengeditan gen CRISPR untuk menghilangkan virus HIV dari sel imun manusia. Inovasi ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengobatan HIV.
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menunjukkan bahwa mereka dapat sepenuhnya menghilangkan virus dari sel-sel yang terinfeksi. Mereka menggunakan "gunting molekuler" yang secara tepat menargetkan dan menghapus DNA virus yang tertanam dalam genom manusia.
Pencapaian ini merupakan perkembangan dari uji coba manusia pertama EBT-101-001, yang dilakukan oleh Excision BioTherapeutics dan Universitas Washington. Dalam uji coba tersebut, enam pasien positif HIV menerima satu suntikan intravena yang mengandung molekul CRISPR yang dikirimkan oleh virus yang telah dimodifikasi. Virus ini secara khusus menargetkan sel CD4+ T, tempat di mana HIV bersembunyi.
Pengobatan ini berusaha mencari dan memotong DNA virus yang tidak aktif dari kode genetik sel. Menariknya, tidak ada pasien yang mengalami efek samping serius, dan yang paling penting, tidak terjadi kerusakan DNA di luar target—artinya, CRISPR hanya memotong di tempat yang dimaksudkan tanpa merusak materi genetik yang sehat.
Setelah enam bulan, pengobatan ini sepenuhnya hilang dari aliran darah pasien, meninggalkan sel-sel yang telah diedit secara permanen. Salah satu pasien menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan dengan penurunan viral rebound yang tertunda, yang berlangsung hampir 16 minggu setelah menghentikan obat HIV, dibandingkan dengan biasanya yang hanya dalam beberapa hari. Pasien ini juga menunjukkan penurunan yang signifikan dalam reservoir HIV—kolam sel terinfeksi yang tidak dapat dihilangkan oleh obat-obatan saat ini.
Pendekatan ini menargetkan kelemahan paling persisten dari HIV. Berbeda dengan obat yang hanya menekan virus aktif, CRISPR menyerang DNA virus yang tidak aktif yang terintegrasi dalam genom sel imun. Reservoir laten ini memaksa pasien untuk mengonsumsi terapi antiretroviral setiap hari seumur hidup, karena menghentikan pengobatan memungkinkan virus yang tertidur untuk bangkit kembali dan berkembang biak dengan cepat.
Dr. Rachel Presti dari Universitas Washington menyebutkan bahwa ini adalah "langkah pertama" menuju penghapusan HIV sepenuhnya dari tubuh. Meskipun HIV kembali menyerang semua pasien yang menghentikan pengobatan sementara, penundaan rebound pada satu peserta menunjukkan bahwa CRISPR berhasil mengurangi reservoir virus mereka—bukti bahwa mengedit HIV secara permanen adalah hal yang mungkin secara ilmiah.
HIV CRISPR sel imun teknologi penelitian