Dengan meningkatnya biaya makan di luar dan ketidakpastian ekonomi, TikTok kini dipenuhi dengan video-video lucu tentang orang-orang yang melakukan "dating untuk makan". Istilah ini digunakan oleh beberapa ahli sebagai cara untuk menghemat uang saat makan. Seseorang bahkan bercanda bahwa menjadwalkan kencan sepanjang minggu adalah cara mereka dalam menyiapkan makanan.
Salah satu pengguna TikTok menulis, "Saya benar-benar memiliki kencan selama 10 hari berturut-turut karena saya tidak ingin berbelanja bahan makanan." Komentar ini diikuti oleh yang lain, "Itu pasti cara yang baik untuk berhemat." Beberapa video juga memberikan tips kepada para pelaku kencan tentang bagaimana cara mengatasi ketegangan saat membahas siapa yang akan membayar tagihan.
Meskipun konsep "dating untuk makan" bukanlah hal baru — kencan ini bahkan diberi nama "foodie calls" dalam sebuah studi tahun 2019 — tren ini kini semakin populer seiring dengan meningkatnya tarif yang mengancam anggaran masyarakat. Rasa takut akan resesi dan kekhawatiran tentang keamanan pekerjaan juga berkontribusi pada meningkatnya minat akan cara ini.
Dalam beberapa kasus, orang yang melakukan "dating untuk makan" tidak memiliki ketertarikan romantis terhadap pasangan kencannya; sementara di lain waktu, ada harapan bahwa kencan tersebut bisa berujung pada makanan dan mungkin juga pasangan hidup.
Tren ini mencerminkan bagaimana orang-orang beradaptasi dengan situasi ekonomi yang sulit, dengan cara yang kreatif dan kadang-kadang lucu. Dengan semakin banyaknya video yang muncul di TikTok, tampaknya "dating untuk makan" akan terus menjadi topik hangat di kalangan anak muda.
dating makan TikTok tren berhemat