Pada tanggal 10 Juni 2025, pasukan Israel berhasil拦截 sebuah kapal pesiar yang berusaha membawa bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Kapal tersebut bernama Madleen dan membawa 12 aktivis pro-Palestina, termasuk Greta Thunberg, seorang aktivis lingkungan terkenal.
Kapal Madleen kini sedang dalam perjalanan menuju Ashdod, sebuah kota pelabuhan yang terletak sekitar 27 kilometer di utara Gaza. Menurut media Israel, kapal tersebut mencoba membawa jumlah bantuan yang "simbolis" sebagai bentuk penentangan terhadap blokade laut yang diterapkan oleh Israel.
Kementerian Luar Negeri Israel menyebut Madleen sebagai "kapal selfie" yang hanya membawa "kurang dari satu truk bantuan". Meskipun demikian, para aktivis berpendapat bahwa tindakan ini adalah upaya untuk menarik perhatian dunia terhadap situasi kemanusiaan di Gaza.
Organisasi Freedom Flotilla Coalition (FFC), yang mendukung misi ini, melaporkan bahwa "koneksi telah terputus" dengan kapal Madleen. Mereka membagikan foto yang menunjukkan para aktivis mengenakan pelampung dan mengangkat tangan mereka sebagai tanda menyerah.
Israel mengklaim bahwa blokade di Gaza diperlukan untuk mencegah senjata mencapai pejuang Hamas di daerah tersebut. Namun, FFC berargumen bahwa blokade laut ini ilegal dan melanggar hak asasi manusia.
"Kami tidak akan terintimidasi. Dunia sedang memperhatikan," kata Hay Sha Wiya, juru bicara FFC.
Insiden ini menarik perhatian global dan menimbulkan perdebatan tentang situasi kemanusiaan di Gaza serta kebijakan Israel terhadap wilayah tersebut. Sementara itu, banyak pihak mendukung tindakan para aktivis yang berusaha memberikan bantuan kepada warga sipil di Gaza.
Israel Gaza bantuan aktivis Thunberg blokade