Pada hari Kamis, 6 Juni 2025, hubungan antara Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, dengan Presiden Donald Trump mengalami keretakan yang terlihat jelas di depan publik. Selama lebih dari dua puluh lima menit siaran langsung di televisi, serta lebih dari selusin unggahan di X dan tiga di Truth Social, pertemanan yang sudah rapuh ini semakin terguncang.
Masalah pertama muncul ketika Musk mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap undang-undang belanja Trump yang dikenal sebagai "One Big Beautiful Bill". Meskipun Musk tidak secara langsung menyebut Trump, ia menyatakan, "Malunya bagi mereka yang memilihnya," melalui sebuah tweet pada hari Selasa. Dalam konteks ini, Musk merujuk pada anggota Kongres yang memilih untuk mendukung pemotongan pajak yang diajukan oleh Trump.
Tindakan Musk ini cukup mengejutkan, mengingat Trump biasanya merespons kritik dengan cepat. Namun, pada awalnya, Trump memilih untuk tetap diam dan tidak memberikan tanggapan terhadap kritik Musk.
Segalanya berubah pada pagi hari Kamis, ketika Musk dan Trump mulai saling berbalas komentar. Dalam siaran langsung yang disiarkan, Musk mempertahankan pandangannya tentang undang-undang tersebut, sementara Trump mulai mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap Musk.
Perseteruan ini menggambarkan bagaimana hubungan antara dua tokoh paling berpengaruh di dunia ini dapat berubah dengan cepat. Musk, yang dikenal dengan sikapnya yang blak-blakan, dan Trump, yang juga dikenal dengan cara komunikasinya yang kontroversial, menciptakan ketegangan yang menarik perhatian publik dan media.
Kejadian ini menjadi bukti bahwa bahkan hubungan yang terlihat kuat dapat terancam oleh perbedaan pandangan politik. Masyarakat kini menantikan bagaimana kedua tokoh ini akan melanjutkan hubungan mereka di masa mendatang, apakah akan ada perbaikan atau justru semakin meruncing.
Dengan situasi yang terus berkembang, banyak yang bertanya-tanya apakah persahabatan mereka yang dulunya solid kini telah berakhir selamanya. Masyarakat dan pengamat politik terus mengikuti perkembangan ini dengan saksama.
Elon Musk Donald Trump persahabatan kekacauan politik