Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, telah memerintahkan untuk mengganti nama kapal Angkatan Laut AS yang dinamai menurut aktivis hak gay, Harvey Milk. Kapal tersebut, yang dikenal dengan nama USNS Harvey Milk, diresmikan pada tahun 2021 dan dinamai sesuai dengan nama seorang mantan politikus San Francisco yang dibunuh.
Menurut laporan dari CBS News, Angkatan Laut AS juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah nama beberapa kapal lainnya. Beberapa di antaranya termasuk dua kapal yang dinamai menurut mantan hakim Mahkamah Agung AS, yaitu Thurgood Marshall, yang merupakan anggota kulit hitam pertama di pengadilan tertinggi, dan Ruth Bader Ginsburg, seorang ikon liberal.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Pentagon atau Angkatan Laut AS mengenai berita ini.
Nancy Pelosi, mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS yang berasal dari Partai Demokrat, mengecam langkah untuk mengganti nama USNS Harvey Milk. Dalam pernyataannya, dia menyebut tindakan tersebut sebagai "penghapusan yang memalukan dan balas dendam terhadap mereka yang telah berjuang untuk menghapus batasan agar semua orang dapat mengejar Mimpi Amerika." Pelosi menekankan bahwa Harvey Milk dengan bangga pernah menjabat sebagai Letnan di Angkatan Laut Amerika Serikat dan merupakan kekuatan yang tangguh dalam perubahan, tidak hanya di California, tetapi juga di seluruh negara.
Kritik terhadap langkah ini muncul di tengah kebijakan Presiden Donald Trump yang berusaha melarang prajurit transgender dari militer dan membongkar program keberagaman. Tindakan ini menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat mengenai hak-hak individu dan kebijakan militer.
US Navy Harvey Milk Pete Hegseth Nancy Pelosi penggantian nama