Pekanbaru, 3 Juni 2025 - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi, mengungkapkan keprihatinannya terhadap hasil riset yang menyebutkan bahwa Pekanbaru termasuk dalam daftar kota bertoleransi rendah di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah rapat yang dihadiri oleh anggota dewan lainnya.
Zulkardi menegaskan bahwa mereka meminta Lembaga Riset yang melakukan penelitian tersebut untuk memberikan bukti dan metodologi yang jelas tentang alasan Pekanbaru masuk dalam kategori tersebut. "Kami minta mereka harus ada dasar dan kajiannya mengapa Pekanbaru masuk dalam hasil risetnya. Kalau mereka tidak bisa menjabarkan, kami akan tuntut," ujarnya dengan tegas.
Lebih lanjut, Zulkardi menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat di Pekanbaru selama ini berlangsung dengan damai dan harmonis. Masyarakat yang terdiri dari berbagai agama dan suku hidup berdampingan dengan baik. "Kehidupan di Pekanbaru sangat harmonis, kami memiliki keberagaman yang saling menghargai satu sama lain," tambahnya.
Keberadaan hasil riset yang menyebutkan hal tersebut dinilai dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Zulkardi khawatir jika informasi yang tidak akurat ini tersebar, bisa menyebabkan ketegangan antar warga. Dalam konteks ini, DPRD Pekanbaru berkomitmen untuk melindungi citra dan keharmonisan kota.
Ini bukan pertama kalinya isu toleransi menjadi perhatian publik. Di berbagai daerah di Indonesia, hubungan antarsuku dan antaragama sering kali menjadi sorotan. Namun, Zulkardi menekankan bahwa di Pekanbaru, hal tersebut bukanlah masalah. "Kami ingin agar masyarakat tahu bahwa di Pekanbaru, hidup berdampingan adalah hal yang biasa dan sangat dihargai," jelasnya.
Dengan adanya pernyataan tegas dari anggota DPRD ini, diharapkan Lembaga Riset dapat memberikan penjelasan yang memadai. Masyarakat Pekanbaru tentu berharap agar kota mereka tetap dikenal sebagai tempat yang toleran dan damai.
#PDIPerjuangan #MenangkanRakyat #SatyamEvaJayate #KebenaranPastiMenang #SolidBergerak
DPRD Pekanbaru riset toleransi Zulkardi