Serangan Pemukim Israel Terhadap Palestina Capai Rekor Tertinggi
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina telah mencapai angka tertinggi dalam waktu 20 tahun terakhir. Dalam laporan terbaru, OCHA mencatat bahwa lebih dari 220 warga Palestina telah terluka akibat serangan ini, dengan rata-rata 44 orang terluka setiap bulannya.
Laporan mingguan OCHA juga mencakup sejumlah informasi penting lainnya:
- Komunitas Bedouin Palestina di Maghayer ad Deir, yang terdiri dari sekitar 120 orang, telah dipindahkan secara paksa setelah didirikannya pos pemukiman Israel yang keempat di dekat rumah mereka.
- Pembatasan pergerakan yang diterapkan oleh Israel di seluruh Provinsi Salfit mengganggu akses hampir 90.000 orang terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan mata pencaharian mereka.
- Sejak awal tahun 2025, sekitar 80 orang telah dipindahkan akibat pembongkaran yang dilakukan oleh otoritas Israel.
- Di bulan Mei, pasukan Israel telah menghancurkan 50 unit tempat tinggal di kamp pengungsi Nur Shams. Sementara itu, penghuni 20 bangunan yang akan dihancurkan di kamp Tulkarm hanya diberikan waktu tiga jam untuk mengambil barang-barang mereka.
- Diperkirakan lebih dari 33.000 warga Palestina tetap mengungsi dan tidak dapat kembali ke kamp Jenin, Nur Shams, dan Tulkarm menurut UNRWA.
Sejak awal perang di Gaza pada Oktober 2023, baik militer Israel maupun pemukim telah melakukan ratusan serangan di seluruh Tepi Barat.
Dalam pengumuman yang dibuat minggu lalu, Haaretz melaporkan bahwa Israel telah menyetujui pembangunan 22 pemukiman baru di Tepi Barat yang diduduki, termasuk di lokasi-lokasi yang sebelumnya telah dibongkar.
Berita ini menunjukkan betapa rumit dan menyedihkannya situasi yang dihadapi oleh warga Palestina saat ini. Diharapkan bahwa perhatian dunia akan terus terfokus pada konflik ini, dan untuk mencari solusi yang adil bagi semua pihak.
Pemukim Israel Palestina OCHA serangan pengungsian