Baru-baru ini, sebuah video yang menunjukkan seorang paraglider asal China terbang setinggi 8.000 meter menjadi viral di media sosial. Namun, terdapat kabar bahwa sebagian dari video tersebut mungkin dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Beberapa media berita terkenal seperti NBC, The Guardian, dan BBC telah menarik kembali tayangan video tersebut setelah menemukan bukti bahwa lima detik pertama rekaman yang disiarkan oleh stasiun penyiaran negara China, CCTV, dan didistribusikan oleh kantor berita Reuters, mengandung cuplikan yang dihasilkan oleh AI.
Video itu menampilkan Peng Yujiang, seorang paraglider, yang terbang di udara dengan lapisan es di tubuhnya dan dikelilingi awan. Rekaman tersebut diambil awal bulan ini dan langsung menarik perhatian banyak orang.
Setelah insiden tersebut, Peng Yujiang dikenakan larangan untuk melakukan paragliding selama enam bulan oleh Asosiasi Olahraga Penerbangan Provinsi Gansu. Mereka menyatakan bahwa Peng tidak mendaftar untuk perjalanannya sebelumnya. Namun, setelah video Peng menjadi viral di media sosial China, biro olahraga kota memberi tanggapan bahwa penerbangan tersebut adalah sebuah kecelakaan.
Seorang juru bicara menyatakan kepada media lokal, "Dia terkena arus udara naik dan secara tidak sengaja terdorong ke atas. Seseorang yang normal tidak dapat berada di ketinggian 8.000 meter tanpa oksigen. Ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan secara sukarela," ujar juru bicara tersebut, dikutip dari publikasi SCMP yang berbasis di Hong Kong.
Kasus ini menjadi sorotan banyak pihak, terutama mengenai penggunaan AI dalam media dan dampaknya terhadap kepercayaan publik. Banyak yang bertanya-tanya seberapa jauh teknologi ini dapat mempengaruhi cara kita melihat dan memahami berita.
paragliding video viral AI China Peng Yujiang