Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Yulian Gunhar, menegaskan pentingnya evaluasi standar keamanan di seluruh tambang galian C setelah terjadinya longsor di tambang batu di Desa Cipanas, Kecamatan Cirebon, Kabupaten Cirebon. Musibah ini mengakibatkan 10 orang meninggal dunia dan beberapa lainnya terluka.
Longsor yang terjadi merupakan peringatan serius tentang bahaya yang dihadapi di lokasi-lokasi tambang. Galian C adalah jenis usaha pertambangan yang mencakup berbagai material seperti tanah, pasir, kerikil, marmer, kaolin, dan granit. Keberadaan tambang-tambang ini sangat penting, tetapi keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama.
Yulian Gunhar menyampaikan, "Saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para korban. Ini adalah tragedi kemanusiaan dalam dunia pertambangan kita." Pernyataan ini menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap nasib para korban dan keluarganya.
Anggota Komisi XII DPR RI tersebut juga menekankan perlunya tindakan tegas terhadap pelaku pertambangan yang tidak mematuhi aturan keselamatan kerja. Hal ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang dan melindungi keselamatan para pekerja di lapangan.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengevaluasi dan meningkatkan standar keamanan di semua tambang galian C di Indonesia. Kejadian seperti ini harus menjadi pengingat bahwa keselamatan kerja adalah hal yang tidak dapat ditawar. Jika tidak ada tindakan serius, tragedi serupa bisa saja terulang, yang tentu saja akan menimbulkan lebih banyak korban jiwa.
Dengan adanya evaluasi dan penegakan aturan yang ketat, diharapkan dunia pertambangan di Indonesia bisa lebih aman bagi semua pekerja. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga keselamatan di tempat kerja dan melindungi nyawa manusia.
DPR evaluasi keamanan tambang longsor Cirebon