Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Teknologi Baru Membantu Anjing Tuna Netra

Mahasiswa di Universitas Rice telah mengembangkan sebuah teknologi inovatif yang memberikan cara baru bagi anjing tuna netra untuk merasakan lingkungan mereka. Teknologi ini menggabungkan kamera stereoskopis yang dipasang di kepala anjing dengan rompi umpan balik haptik yang canggih, secara efektif menciptakan "sepasang mata kedua" melalui sentuhan.

Biaya pengembangan teknologi ini terbilang rendah, yakni kurang dari Rp 2.250.000. Teknologi ini bekerja dengan cara menangkap informasi kedalaman secara real-time menggunakan kamera stereoskopis yang dipasang di kepala anjing. Informasi ini kemudian diproses dan diterjemahkan menjadi getaran yang tepat yang disampaikan melalui rompi.

Saat anjing mendekati rintangan, motor penggerak resonan linier yang ada di rompi menghasilkan getaran dengan intensitas yang bervariasi. Getaran yang lebih kuat menandakan bahwa objek lebih dekat. Dengan cara ini, anjing dapat merasakan objek di sekeliling mereka tanpa menggunakan penglihatan.

Salah satu anjing tuna netra bernama Kunde dari Houston, yang kehilangan penglihatannya akibat glaukoma, berhasil menunjukkan efektivitas rompi ini. Sistem ini memiliki jangkauan hingga delapan meter dan dapat beroperasi selama sekitar dua jam dengan satu kali pengisian daya. Dengan teknologi ini, Kunde dapat menjelajahi lingkungan sekitarnya secara mandiri.

Desain sistem yang hemat biaya ini, yang menggunakan kamera stereoskopis alih-alih teknologi LiDAR yang mahal, membuatnya berpotensi dapat diakses oleh lebih banyak anjing tuna netra. Inovasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup bagi anjing yang mengalami kesulitan melihat.

library_books Tech