Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Israel dan Indonesia: Pembicaraan Hubungan Diplomatik Bergantung pada Palestina

JAKARTA – Peluang bagi Israel untuk membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia semakin terbuka. Hal ini diungkapkan oleh Anwar Abbas, seorang tokoh penting di Muhammadiyah. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi sebelum hubungan tersebut dapat terjalin, yaitu kemerdekaan Palestina.

Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin, menegaskan bahwa yang paling utama saat ini adalah kemerdekaan Palestina. Ia menyatakan, "Mestinya kemerdekaan Palestina adalah hal yang utama. Jika kemerdekaan Palestina diakui oleh PBB dan seluruh negara di dunia termasuk Israel, barulah tahap berikutnya dibicarakan masalah normalisasi hubungan diplomatik."

Izzul juga menekankan perlunya menyelidiki kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina. "Meskipun demikian, pengusutan soal kejahatan perang Israel harus didahulukan. Setelah itu, baru lah masalah pengakuan dan normalisasi hubungan dengan Israel dibicarakan," imbuh Izzul.

Pernyataan ini mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia siap mengakui Israel sebagai negara berdaulat, dengan syarat Israel juga mengakui Palestina. Dalam pernyataan bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (28/5), Prabowo mengatakan, "Indonesia sudah menyampaikan, begitu negara Palestina diakui oleh Israel, Indonesia siap untuk mengakui Israel dan kita siap untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel."

Prabowo menekankan pentingnya penyelesaian yang dikenal sebagai two states solution, di mana kemerdekaan Palestina dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian yang sejati. "Tapi di samping itu pun, saya tegaskan bahwa kita juga harus mengakui dan menjamin hak Israel untuk berdiri sebagai negara yang berdaulat dan negara yang harus juga diperhatikan dan dijamin keamanannya," ujarnya.

Sikap ini menunjukkan betapa kompleksnya situasi di Timur Tengah, di mana hubungan antara Israel dan negara-negara Muslim, termasuk Indonesia, masih dipengaruhi oleh isu-isu kemanusiaan dan hak asasi manusia. Dengan adanya pernyataan ini, harapan untuk tercapainya hubungan yang lebih baik antara kedua negara mungkin akan semakin dekat, asalkan syarat-syarat yang diajukan dapat dipenuhi.

library_books Kabarmuhammadiyah