Di tahun 2024, sebuah istilah baru muncul untuk menggambarkan kebiasaan bersantai di tempat tidur dengan sebutan hurkle-durkle. Istilah ini berasal dari Skotlandia pada abad ke-19 dan kini kembali populer di kalangan anak muda, khususnya di kalangan Gen Z.
Sebuah survei yang dilakukan oleh produsen kasur, Amerisleep, menunjukkan bahwa hampir tiga dari lima orang Amerika mengaku melakukan hurkle-durkle. Kebiasaan ini sangat digemari oleh generasi muda, di mana empat dari lima Gen Z memilih untuk menghabiskan waktu bersantai di tempat tidur.
Menariknya, survei ini juga menemukan bahwa perempuan lebih cenderung melakukan hurkle-durkle dibandingkan laki-laki, dengan angka mencapai 23%. Meskipun tampak menyenangkan, ada beberapa dampak yang perlu diperhatikan.
Orang-orang yang tidak melakukan hurkle-durkle melaporkan kesehatan mental, kesehatan fisik, dan kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang melakukannya. Selain itu, mereka yang terjebak dalam kebiasaan ini juga lebih cenderung untuk menunda pekerjaan, dengan kemungkinan lima kali lebih besar untuk procrastinate dibandingkan dengan mereka yang tidak.
Fenomena ini menjadi perhatian karena menunjukkan bagaimana kebiasaan bersantai dapat mempengaruhi produktivitas dan kesehatan seseorang. Meskipun bersantai di tempat tidur memang enak, penting untuk menemukan keseimbangan agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dengan semakin populernya istilah hurkle-durkle, diharapkan banyak orang dapat lebih menyadari dampak dari kebiasaan ini. Kita semua perlu waktu untuk bersantai, tetapi penting juga untuk menjaga agar waktu tersebut tidak mengganggu tanggung jawab yang harus kita jalani.
hurkle-durkle Gen Z kesehatan mental kebiasaan tidur