Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pemerintah AS Peringatkan Pirelli Terkait Ban Canggih

Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan peringatan kepada produsen ban asal Italia, Pirelli, mengenai potensi pembatasan penjualan kendaraan yang menggunakan teknologi ban canggih mereka. Peringatan ini muncul setelah terungkapnya dugaan keterlibatan investor dari China dalam perusahaan tersebut.

Menurut laporan dari Channel News Asia pada Rabu, 28 Mei 2025, Pirelli saat ini sedang mengembangkan teknologi yang disebut Cyber Tyres. Teknologi ini memungkinkan ban untuk mengumpulkan dan mengirimkan data kendaraan secara real-time, yang bisa sangat berguna dalam memantau keadaan kendaraan dan memastikan keselamatan saat berkendara.

Namun, masalah muncul karena Sinochem, sebuah perusahaan yang berasal dari China, memiliki 37 persen saham di Pirelli. Keterlibatan perusahaan China dalam Pirelli ini membuat teknologi Cyber Tyres menjadi sorotan bagi otoritas AS. Pemerintah AS sedang memperketat regulasi terhadap penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras yang berasal dari China di industri otomotif.

Sebagai langkah awal, mulai tahun produksi 2027, larangan terhadap perangkat lunak yang berasal dari China akan diberlakukan. Ini akan diikuti oleh larangan terhadap perangkat keras pada tahun 2029. Dengan adanya regulasi ini, Pirelli harus memperhatikan keterlibatan investor asing agar produk mereka tidak terpengaruh oleh kebijakan pemerintah AS.

Peringatan ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah AS dalam menangani masalah yang berkaitan dengan teknologi otomotif dan keamanan nasional. Banyak pihak yang kini menunggu langkah selanjutnya dari Pirelli dan bagaimana perusahaan ini akan merespons situasi yang sedang berkembang.

library_books Idx Channel