Ngawi, sebuah daerah di Jawa Timur, terus berinovasi dalam sektor pertanian. Dengan sekitar 70% penduduknya berprofesi sebagai petani, sektor ini menjadi poros utama pembangunan daerah tersebut.
Berbagai program telah diluncurkan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Salah satunya adalah perbaikan infrastruktur jalan yang kini mencapai 95% dalam kondisi mantap. Selain itu, jaminan kesehatan nasional juga meningkat menjadi 98%. Hal ini sangat penting bagi para petani untuk menjaga kesehatan mereka dan keluarganya.
Ngawi juga terkenal sebagai penghasil padi nomor dua di Jawa Timur dengan produktivitas tertinggi secara nasional. Di beberapa desa, petani dapat melakukan panen hingga tujuh kali dalam dua tahun. Ini menunjukkan betapa suburnya lahan pertanian di daerah ini.
Inovasi di bidang pertanian juga terus dilakukan. Salah satu program yang menarik adalah Electricity for Farming (Elfarm) atau 'listrik masuk sawah'. Program ini membantu petani mendapatkan pasokan air saat musim kemarau melalui penggunaan sumur dalam dan pompa listrik. Ini sangat membantu untuk menjaga tanaman tetap hidup di musim kering.
Ngawi juga mendorong pengurangan penggunaan pupuk kimia sintetis. Saat ini, banyak petani beralih ke pupuk organik dan pestisida hayati yang diproduksi sendiri oleh kelompok tani. Hal ini tidak hanya baik untuk kesehatan tanah, tetapi juga untuk kesehatan konsumen.
Untuk mendukung petani lebih jauh, ada aplikasi Siketan yang digunakan untuk memantau kinerja penyuluh pertanian lapangan. Selain itu, terdapat Agro Techno Park, yang berfungsi sebagai pusat pelatihan berbasis teknologi bagi petani. Dengan adanya teknologi ini, petani di Ngawi dapat belajar cara bercocok tanam yang lebih baik dan efisien.
Ngawi kini menjadi laboratorium terbuka bagi kebijakan pangan yang terukur dan berorientasi masa depan. Dengan berbagai inovasi dan program yang ada, Ngawi berupaya untuk membangun ketahanan pangan yang kuat dan masa depan yang cerah bagi para petaninya.
Ngawi pertanian ketahanan pangan inovasi program